HIKMAH PERTAMA

hikmah(Min ‘alâmâtil ‘itimâdi ‘alâ al-‘amal, nuqshânu al-rajai ‘inda wujudi al-zalal)

“Termasuk tanda yang menunjukkan pada (mengandalkan) amal perbuatan adalah surut harapan kepada Allah ketika terjadi kesalahan (melakukan suatu perbuatan)”.

Orang-orang yang ber’amal (beribadah) dan mengandalkan amal perbuatannya terbagi menjadi dua golongan: Pertama, Golongan ‘ibad (hamba-hamba). Mereka mengandalkan ‘amal ibadah mereka sebagai upaya untuk bisa masuk syurga dan menyelematkan diri dari api neraka. Kedua, Golongan muridun (mereka yang ingin sampai kepada Allah dan dihilangkan tabir-tabir penutup mata hati yang membuatnya buta, tak mampu melihat hakekat). Meraka mengandalkan amal untuk mencapai cita-cita yang mulia ini.

Mengandalkan amal adalah salah satu hal yang tidak terpuji, baik yang timbul dari perasaan kaum ibad maupun muriidun. Mengandalkan amal berarti mengandalkan kekuatan diri dan menganggap bahwa amal ibadah yang dilakukan adalah timbul dari upayanya. Padahal tidak ada orang yang mempunyai kekuatan untuk ber’amal ibadah atau menghindari dosa. Semuanya adalah karunia Allah SWT. yang diberikan kepada hambanya. Seseorang melakukan shalat berarti Allah-lah yang bisa membuat dia dapat melakukan sholat.

Lâ haula walâ quwwata illa billahi al-‘aliyyil ‘adzîm

“Tidak ada daya untuk beribadah dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari dosa kecuali atas pertolongan Allah yang maha luhur dan maha agung”.

Sementara ‘arifûn (orang-orang yang mengikuti hakikat) tidak memandang diri mereka bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, mereka tidak pernah bergantung selain kepada Allah SWT. Mereka menyaksikan bahwa semua amal perbuatan yang nampak pada diri mereka adalah ciptaan Allah. Allah-lah yang berhak memasukkan seseorang ke dalam syurga-Nya, menyelamatkan dari neraka-Nya.

Uraian di atas mengisyaratkan bahwa: pertama, Taat kepada Allah adalah wajib dilaksanakan dalam bentuk melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah. Kedua, Manakala timbul perbuatan taat pada diri kita, maka itu adalah karunia Allah yang perlu kita syukuri. Perbuatan itu sebagai tanda bahwa Allah menghendaki keselamtan kita. Ketiga, Ketika timbul suatu kesalahan oleh kita, janganlah surut harapan kepada Allah. Karena Dia-lah yang menurunkan karunia (memberi pahala dan mengampuni dosa).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s