IBADAH HAJI; UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KETAQWAAN KEPADA ALLAH SWT.

images3Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang membutuhkan ekstra perjuangan dan penuh dengan pengorbanan. Mulai dari harta benda, Jiwa, raga dan Keluarga. Ketika kita hendak menunaikan ibadah haji dengan berangkat ke Baitullah di Makkatul Mukarramah, tentunya membutuhkan biaya untuk pergi ke sana, bukan hanya biaya berangkat ke sana saja, akan tetapi kita juga membutuhkan biaya kost untuk keberlangsungan hidup di sana selama melaksanakan ibadah. Dan biaya yang di butuhkan tidaklah sedikit, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kedua, kita harus mempersiapkan jiwa untuk memenuhi panggilan Allah. Mental kita sangat dipertaruhkan di sana. Kalau seandaianya niat kita pergi ke baitullah hanya sekedar wisata, bisa dipastikan ibadah hanji yang akan dilakukan di baitullah tidak akan bisa sempurna. Atau ibadah haji yang akan kita lakukan hanya sekedar untuk prestise belaka agar mendapat gelar haji ketika pulang nanti dari makkah. Ini akan berdampak sia-sia dan tidak akan mendapatkan apa-apa disisi Allah.

Ketiga, kita harus siap dari segi fisik. Serangkaian manasik haji yang telah ditetapkan oleh Allah membutuhkan fisik yang sehat dan kuat. Mulai dari rukun haji dan sunnah-sunnah lainnya membutuhkan fisik yang prima, belum lagi kondisi di Batullah berbeda dengan kondisi kita di Negara masing-masing.

Keempat, menunaikan Haji ke baitullah harus rela berpisah dengan keluarga, karena ketika melakukan perjalannan ke Baitullah dengan tujuan beribadah kepada Allah berarti kita sudah siap dipanggil, apakah dipanggil hanya sementara atau dipanggil selamanya. Dengan demikian kita harus mempersiapkan keluarga agar merelakan kita jika Allah berkehendak lain.

Pengorbanan-pengorbanan di atas sama resikonya dengan kita berjihad dengan cara berperang dijalan Allah. Kita tahu bahwa berperang di jalan Allah penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Dan bagi orang yang gugur dikatakan mati syahid. Begitu juga orang yang menunaikan haji dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, dia akan mendapatkan pahalanya orang yang mati dalam keadaan syahid.

Namun yang terpenting adalah jika Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk melangsungkan kehidupan di dunia ini lagi setelah kembali dari Baitullah. Maka konsekwensinya adalah kita harus bisa menjadi Hajji yang Mabrur. Dalam artian, ibadah hajji yang kita lakukan dapat menjadikan kita lebih ta’at lagi kepada Allah. Dan jika setelah melakukan ibadah haji kita tidak menjadi orang yang lebih baik, maka ibadah haji yang kita kerjakan dengan penuh pengorbanan itu akan menjadi sia-sia.

Semoga kita dapat mejadi haji yang mabrur…

Amiiin ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s