HATI-HATI DENGAN SIFAT PELUPA MANUSIA

arab-forget

Dalam sebuah hadits diungkapkan bahwa manusia tempatnya salah dan lupa. Kata-kata salah dan pelupa merupakan titik tekan dari hadits ini, karena keduanya dapat memberikan petaka yang sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan alam semesta ini. Salah dan Lupa adalah sifat manusia yang di dalamnya selalu ada dorongan nafsu, dan manusia manapun pasti pernah merasakannya, baik itu seorang bajingan maupun seorang ulama besar. Karena semua itu adalah sebuah proses manusia menuju kesempurnaan.

Walaupun pada dasarnya manusia memang sudah Allah ciptakan dalam keadaan “sempurna”. Kesalahan manusia biasanya muncul dari sifat lupa yang dimilikinya, walaupun dia memiliki tingkat kesadaran nurani yang sangat luar biasa melibihi makhluk Allah yang lainnya. Namun dalam sifat lupa ini manusia sering di gandoli oleh hawa nafsu yang persis sifatnya seperti anak kecil. Kita tahu anaka kecil? anak kecil memiliki keinginan lebih besar dari pada berlogika. Dia hanya tahu mana yang enak untuk dirinya dan mana yang tidak enak untuk dirinya. Dia tidak bisa berfikir apakah sesuatu bermanfa’at atau tidak, sehingga segala sesuatu yang dia inginkan harus terpenuhi sesegera mungkin.

Salah satu contoh, seorang anak kecil menyangka bahwa bermain api sangat menyenangkan, kemudian dia meminta izin kepada orang tuanya agar boleh bermain api. Akan tetapi orang tua anak kecil itu tahu, api itu dapat membahayakan anaknya, sehingga orang tua tersebut tidak memberi izin anaknya bermain api. Namun anak itu menangis dengan kerasnya dan tetap memaksa orang tuanya untuk mengizinkannya bermain api, orang tua anak itu tetap melarang karena demi keselamatan anaknya sendiri. Kemudian anak kecil itu lari sambil memaki orang tuanya “ayah tidak sayang” dan lain sebagainya.

Orang tua itu tidak lagi bisa melarang anaknya untuk tidak bermain api, akhirnya dia membiarkan anaknya bermain api. Setelah anak itu asyik main api, tiba-tiba ada hembusan angin yang menyebabkan api itu terbang tepat membakar bagian kaki anak tersebut. Anak itu menangis dengan kerasnya serta berkata “kapok…kapok…kapok”, “adek tidak mau lagi main api”. Kemudian orang tuanya menghampiri anaknya, dan mengelus-elusnya sambil memberikan nasehat kepada anaknya.

Namun beberapa hari kemudian, anak kecil itu melihat temannya bermain api dengan asyiknya. Belum sembuh total luka bakar yang dialaminya, langsung anak saja anak kecil itu bergabung dengan teman-temannya untuk bermain api, sehingga kejadian yang sama terulang kembali.

Ilustrasi di atas adalah menggambarkan nafsu manusia yang selalau dapat mendorong sifat lupa itu muncul. Bagaimana nafsu dapat membuat manusia melakukan hal yang tidak masuk akal, sehingga dia terjerumus dalam kesalahan. Walaupun sudah berulang-ulang kali kesalahan tersebut dilakukan oleh manusia dan manusia itu sadar bahwa perbuatannya salah, akan tetapi tetap saja dilakukan. Hal ini disebabkan karena nafsu yang selalu mengontrol sifat salah dan lupa pada diri manusia tersebut.

Namun Allah sangat sayang kepada makhluqnya, dia tidak menginginkan makhluqnya menempuh bahaya sendiri. Allah berikan alat pengontrol berupa akal pikiran, agar nafsu yang ada dalam tubuh manusia tersebut dapat dikontrol dan mengajak untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Bukan hanya akal yang Allah berikan kepada manusia, Dia juga memberikan tuntunan berupa Al-Qur’an dan Hadits agar manusia lebih tahu, mana yang terbaik bagi dirinya dan mana yang tidak. Anugrah ini harus kita syukuri dengan selalu berfikir dan berlogika untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Marilah kita mulai mengenali musuh nyata kita. Dengan mengenali diri pribadi masing-masing, maka kita akan kenal siapa musuh utama kita. Setelah kita tahu siapa musuh utama kita, kita perangi dengan selalu beribadah kepada Allah. Terakhir saya minta bantuan Do’a bagi pembaca yang budiman, mudah-mudahan saya pribadi bisa melewati proses yang sangat berat ini demi satu tujuan mendapat Ridlo Allah SWT. Amiiiiiiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s